Rabu, 01 Februari 2012

Warga 5 Desa Sengketa dengan Kampar Masuk NIK Rohul

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Warga berada di lima desa perbatasan antara Kabupaten Kampar-Rokan Hulu, tepatnya di Kecamatan Kuntodarusalam dan Pagarantapah Darussalam, sudah terdata. Seluruh warga disana sudah masuk di Kartu Keluarga (KK) dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Warga akan dimasukan pada pendataan Elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) yang dijadwalkan mulai dilaksanakan di Rohul 2012, serentak dengan 300 kabupaten/kota lainnya di Indonesia.

“Penduduk lima desa dan 14 kecamatan lainnya sudah terdata. Mereka sudah masuk dalam KK dengan NIK. Diharapkan, Camat, kepala desa, dan perangkat desa, ikut sosialisasikannya e-KTP,” jelas Kepala Dinas Tenaga Kerja Kependudukan dan Catatan Sipil (Disnakerdukcapil) Dipendri, melalui Kabid Kependudukan Tengku Herman Lofi, Selasa (3/1/12).

Adanya dugaan oknum yang memobilisasi masyarakat lima desa untuk membuat e-KTP gratis, menurut Herman penduduk disana sudah seluruhnya terdata dan tinggal melaksanakan program e-KTP.

“Warga di lima desa sudah didata secara akurat, baik melalui kartu keluarga (KK) atau kartu tanda penduduk (KTP). Program e-KTP di Rohul, akan dilaksanakan paling lambat Agustus 2012 mendatang. Sehingga masyarakat di lima desa tidak perlu was-was dan terpancing bujuk atau rayu, sebab program e-KTP tetap dilakukan di Rohul dan tetap gratis,” tegasnya.

Hasil pendataan KK petugas Disnakerdukcapil Rohul di Kecamatan Kuntodarusslam, untuk Desa Rimba Jaya terdata 803 KK, Desa Rimba Makmur 748 KK dan Desa Intan Jaya 405 KK. Kemudian du Desa di Kecamatan Pagaran Tapah Darussalam untuk di desa Muara Intan 342 KK serta Desa tanah datar 411 KK.

“Pendataan kita lakukan dengan sistem pendataan jemput bola. Kita turun langsung ke lapangan,” ungkapnya, didampingi Kasi Pendataan dan Pendaftaran Penduduk Sarono.

Pelaksanaan program e-KTP di Rohul, akan dilakukan serentak dengan 300 kabupaten/kota tahun ini. Sementara 2011 kemarin, Kabupaten Kampar telah melaksanakannya bersama 167 kabupaten/kota.

Ada beberapa perangkat keras peralatan penunjang e-KTP yang belum kita terima, seperti Server (untuk database dan AFIS), Desktop PC, UPS 1000VA, Hardisk Eksternal, Switch dan Cabling, Fingerprint Scanner, Smartcard Reader/writer, Signature Pad, Digital Scaner, Camera Digital/Web Camera dan Tripot. “Peralatan yang baru kita terima untuk di Kecamatan baru V-SAT,” katanya.

Ia menambahkan, kegiatan pelaksanaan e-KTP dilakukan sesuai dengan Peraturan Presiden (Pepres) No.35 tahun 2010 tentang perubahan atas Pepres No.26 tahun 2009 tentang penerapan KTP berbasis nomor induk keluarga (NIK).

“Dihimbau seluruh masyarakat di lima desa agar tidak mendaftarkan diri di daerah lain, sebab Disnakerdukcapil sudah mendatanya. Jika diketahui ada warga yang memilik identitas ganda, maka itu bisa termasuk pelanggaran hukum,” tegasnya.



sumber : http://www.riauterkini.com/sosial.php?arr=42545 ( selasa, 3 januari 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar